kunci sukses

5 JURUS SUKSES RESELLER JADI DISTRIBUTOR

Pada dasarnya setiap dari kita adalah penjual, penjual berbagai macam kebutuhan, mulai dari menjual bahan baku, bahan setengah jadi yang akan diproses lagi dan bahan yang siap untuk dikonsumsi. Tidak hanya sampai pada produk dalam bentuk barang, namun produk dalam bentuk jasa pun banyak kita jumpai, misalnya kita menjual keahlian dalam bidang kesehatan seperti dokter, dalam bidang design grafis menjadi drafter atau lainnya. Hanya saja yang membedakan disini adalah, bagaimana cara kita menjual. Cara menjual produk dalam bentuk barang dan jasa pada dasarnya adalah sama, hanya saja bentuknya saja yang berwujud dan tidak berwujud.

Kita bisa jadi penjual
Kita bisa jadi penjual

Terkadang banyak diantara kita yang memiliki produk (barang atau jasa) yang sama untuk dijual akan tetapi hasil dari penjualannya berbeda. Mengapa demikian? Tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya faktor dari diri kita sendiri yang kurang percaya diri atau ilmu marketing yang kurang kita kuasai. Dalam artikel kali ini, penulis akan membahas 5 Jurus Sukses Reseller Jadi Distributor dengan produk berupa barang yang tulis berdasarkan ilmu dan pengalaman selama kurang lebih jadi 3 tahun menjadi distributor suatu produk.

Tapi mungkin ada pertanyaan, kenapa harus dari reseller? Karena reseller biasanya adalah tahapan pertama seseorang dalam menjual barang milik orang lain dengan membeli lalu memasarkannya lagi kepada orang lain dengan harga yang sama. Lalu dimana untungnya? Untung didapatkan pada saat dia belanja dengan minimal order mendapatkan potongan harga sekian persen. Lalu kenapa harus distributor? Kenapa tidak pemilik perusahaan? Karena distributor biasanya adalah tahapan tertinggi dari sebuah sistem mitra bisnis. Dan dalam hal ini penulis menyampaikan pengalaman yang dilalui dan ilmu yang telah dipelajari. Jadi yang akan kita bahas kali ini adalah tentang pengalaman dari mulai menjadi reseller kemudian sampai menjadi distributor.

Sebelum kita memutuskan menjual produk tertentu, yang kita harus kita perhatikan secara garis besar ada dua yaitu kualitas produk yang akan kita pasarkan yang pasti aman dan berlabel resmi jadi bukan produk yang sifatnya ilegal, yang berikutnya adalah sistem bisnis yang baik dan benar secara syari’at islam. Karena kita menjual dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain mengenai permasalahan yang dialami. Jika semuanya sudah dipastikan sesuai dengan hati nurani, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana kita menjadi seorang pebisnis yang sukses dengan 5 jurus dibawah ini. Langsung saja kita masuk ke inti pembahasan.

PERTAMA, NIAT

Mulailah dengan niat yang benar

Niat menjadi jurus yang pertama dalam menjalani suatu proses. Apapun yang kita kerjakan saat ini pastilah mempunyai niat yang mulia. Mulia tidaklah harus besar, mungkin niat kecilpun bisa menjadi mulia. Akan tetapi, besar dan kecilnya niat juga akan berdampak pada usaha dan mungkin hasil yang dicapai. Analogi sederhananya adalah sebuah wadah atau tempat penampungan air, ada yang kecil ada yang besar, walaupun fungsi dan tujuannya sama yaitu untuk menampung air akan tetapi apakah hasil yang dihasilkan akan sama? Jelas berbeda, isi atau volume yang didapat ditampung oleh wadah yang kecil dan besar akan berbeda. Oleh karena itu, mempunyai niat yang mulia itu baik, akan tetapi lebih baik lagi adalah jika kita mempunyai niat yang besar dan mulia.

Sekarang apakah niat besar itu? Niat besar adalah keinginan yang akan kita capai, yang menurut kita sendiri, ini bisa saya capai, dan tidak ada kata sulit buat kita capai. Niat besar juga bisa disebut pendobrak rasa takut, khawatir dan kurang percaya diri kita dalam melafalkannya atau bahkan malah memikirkannya. Terkadang diantara kita, baru memikirkannya saja sudah takut, khawatir tidak tercapai sehingga menimbulkan perasaan kurang percaya diri dan mengecilkan niat. Bukan kita harus realistis? Benar, harus realistis, tapi kita ganti realistis menjadi realiti yaitu pembuktian. Yang menjadi dasar kita bahwa kita mampu mencapai niat besar yang kita miliki sekarang adalah salah satu dalil dalam Al-qur’an.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

(Qs.Ghafir : 60)

Dalam ayat diatas menerangkan bahwa yang kita perlukan saat ini adalah mempunyai niat yang besar, lalu berdoa dalam hati, serta yakin bahwa kita mampu mencapai niat tersebut. Niat besar itu bisa berbagai jenis, misalnya ibadah haji dengan keluarga besar, punya rumah mewah, bangun masjid, pesantren dan lain-lain. Besar dan kecilnya suatu niat juga dipengaruhi dengan ilmu tentang konsep rizki yang kita miliki. Oleh karena itu, kita juga harus belajar tentang konsep rizki dengan melihat artikel 3 Konsep Rizki Dalam Islam yang sudah penulis sampaikan pada tulisan sebelumnya.

Menjadi reseller itu mudah dan lebih mudah menjadi distributor, kenapa? Karena kita hanya mengulangi apa yang sudah kita lakukan pada fase sebelumnya. Dengan catatan, usaha yang kita lakukan harus berkali-kali lipat dari apa yang telah kita lakukan, misalkan dalam sehari selama 24 jam kita menyempatkan waktu 10 menit untuk beriklan, maka ketika kita mempunyai keinginan untuk  meningkat ketahap berikutnya,  yang kita lakukan adalah meningkatkan waktu yang kita luangkan untuk beriklan dan ditambah dengan waktu berbisnis. Sehingga usaha yang kita korbankan insyaAlloh akan sejalan dengan hasil.

Percayakah?

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ   

“  Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

(Qs.At-Taubah : 105)

Yang menjadi dasar pertama kali penulis memutuskan untuk menjual produk ini adalah produk yang bagus dan sistem yang insyaAlloh tidak melanggar syari’at islam. Dengan kedua faktor ini maka niat yang semula timbul untuk diri sendiri, seketika berubah menjadi menebar manfaat untuk orang lain.

KEDUA, VISUALISASI TARGET

Setelah kita mempunyai niat yang besar dan mulia, maka hal kedua yang harus kita miliki adalah visualisasi target. Kenapa harus divisualisasikan? Karena manusia merupakan tempatnya salah dan lupa, serta manusia juga mempunyai sifat bosan, jenuh, tidak sabar dan lain-lain yang membuat kita semakin jauh dari keberhasilan, mustahil ada kesuksesan yang diraih dengan cara bermalas-malasan.

Menulis target yang kita akan capai

Visualisasi target adalah sebuah upaya untuk lebih memantapkan niat besar yang kita miliki dalam bentuk tulisan dan gambar, kenapa dalam bentuk tulisan dan gambar? Karena manusia cenderung lebih menyukai sedikit tulis dengan banyak gambar ketimbang hanya tulisan saja. Dan yang terpenting adalah menjadikan itu sebuah album, seperti album foto yang bisa kita namakan dengan dreambook. Dreambook dalam Bahasa Indonesia berarti buku mimpi adalah dasar dari niat yang kita berani bayangkan menjadi sebuah satu kesatuan mimpi kemudian visualisasikan dalam bentuk buku dan itu menjadi buku target dari semua usaha dan upaya yang  kita akan lakukan.

Fungsi dari menjadikan niat besar kita menjadi mimpi lalu dituangkan dalam sebuah album yang kita namakan dreambook adalah untuk pengingat disaat kita sedang tersesat kedalam lembah kemalasan, ketidaksabaran dalam mencapai tujuan kita agar kita kembali bersemangat dan kembali mengudara dalam hobi kita yaitu berbisnis.

Dalam menentukan sebuah target beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

Spesifik atau jelas

Target yang dibuat kita harusnya jelas atau spesifik dan detail, misalnya dalam kita harus menentukan mempunyai omzet 1 juta pertama pada bulan maret. Contoh lain adalah Saya akan meningkatkan penjualan dari 1 juta menjadi 10 juta dalam sebulan atau contoh yang lainnya. Metode yang bisa digunakan adalah dengan pertanyaan 5W :

  • Apa yang akan saya capai? (What)
  • Mengapa harus dicapai? (Why)
  • Siapa yang terlibat? (Who)
  • Dimana target akan dicapai? (Where)
  • Identifikasi persyaratan untuk mencapai target (Which)

Measurable atau terukur

Terukur yang dimaksud adalah tentang target yang kita cantumkan harusnya berupa angka atau bentuk rill dari benda. Misalnya dari contoh yang diatas adalah 1 juta menjadi 10 juta, itu merupakan angka yang kita cantumkan dalam target kita. Ada nilai yang harus dikejar atau bentuk fisik, seperti rumah dengan type berapa? Mobil dengan merk apa dan harga berapa?. Dalam hal ini kita dapat menggunakan pertanyaan, berapa banyak? Dan indikator apa yang kita cantumkan agar kita mengetahui bahwa hal tersebut telah tercapai.

Achievable atau dapat dicapai

Tetapkan target, lalu bidiklah.
Tetapkan target, lalu bidiklah.

Cara menentukan target berikutnya adalah dengan kriteria achivable atau dapat dicapai. Prinsipnya adalah jangan terlalu mudah dan jangan terlalu sulit sehingga mustahil dicapai, artinya kita harus bisa mengukur sejauh mana batas kemampuan yang bisa dicapai oleh manusia dan mana yang tidak. Hal tersebut bukan berarti kita mengecilkan Sang Maha Besar. Kita harus yakin bahwa yang kita tulis akan tercapai dengan ijin Alloh, tanpa melampaui kuasa dari Sang Maha Kuasa. Dalam hal ini kita bisa menggunakan metode bagaimana target tersebut dapat tercapai.

Reasonable atau mempunyai alasan

Berikutnya adalah reasonable atau beralasan, dalam hal ini kita dalam menentukan target atau mimpi kita dalam bisnis, harusnya mempunyai alasan yang kuat mengapa kita harus mempunyai target tersebut. Kemudian kita bertanya apakah target ini perlu diperjuangkan, kemudian apakah target tersebut benar-benar relevan dan sesuai dengan apa yang selama ini kita kerjakan. Jadi antara yang dikerjakan oleh kita sejalan dengan target yang kita capai.

Time Phase atau Jangka waktu

Metode terakhir dalam menentukan sebuah target adalah jangka waktu. Jangka waktu disini memberikan deadline buat kita dalam rangka pencapaian terhadap target. Apa yang terjadi jika sebuah target tidak memiliki waktu untuk dicapai? Maka kita akan semakin santai dalam mencapai tujuan kita. Cara yang paling mudah dengan menyusun berdasarkan jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menengah, jangka Panjang. Dengan begitu kita menjadi lebih peduli terhadap penetapan target waktu dari target yang kita cantumkan.

KETIGA, LAKUKAN DENGAN KONSISTEN

Poin berikutnya adalah lakukan dengan konsisten. Setelah kita mempunyai niat dan memvisualisasikan target kita, maka hal berikutnya adalah menyusun strategi perencaan aktifitas yang akan kita lakukan, karena jika hanya sebuah rencana tanpa melakukan, maka hanya akan menjadi sebuah mimpi yang hilang  begitu saja ketika kita terbangun. Oleh karena itu, diperlukan strategi-strategi yang cepat, tepat dan efisien untuk mencapai sesuatu yang kita targetkan.

Agar aktifitas yang dikerjakan bisa terpantau dengan mudah, maka bisa menggunakan sebuah tabel yang akan membantu kita dalam kegiatan sehari-hari. Tabel ini juga bisa digunakan sebagai bahan evaluasi kita apabila target yang kita cantumkan belum tercapai, bisa kita merubah strategi atau meningkatkan strategi kita. Berikut adalah contoh tabel sederhana dari rencana kegiatan.

[ninja_tables id=”250″]

Konsisten kunci sukses capai target
Konsisten kunci sukses capai target

Setelah kita membuat tabel rencana kegiatan atau menyusun rencana kegiatan, maka langkah berikutnya adalah melakukannya dengan konsisten, karena sehebat apapun sebuah rencana dan kegiatan yang dilakukan, jika tidak dilakukan dengan konsisten, maka hasil yang dicapai akan sulit. Semisal ketika pergi ke suatu daerah yang baru yang jaraknya bisa dikategorikan sedang, tidak terlalu jauh, namun tidak juga dekat.

Apabila frekuensi yang kita lakukan jarang sekali, maka akan timbul perasaan jauh, ditambah dengan berbagai macam hambatan dijalan seperti macet, hujan dan lain-lain. Hal ini menjadi faktor penilaian kita terhadap daerah tersebut, bahwa daerah tersebut tergolong jauh. Akan tetapi sebaliknya, jika frekuensi yang kita ke daerah tersebut sering, maka akan terasa ringan dan dekat, meskipun hambatan yang dihadapi sama. Itulah yang menjadi sebab bahwa konsistensi itu perlu dalam sebuah upaya untuk mencapai kesuksesan.

Ada banyak hal yang sebenarnya menjadi faktor penghambat dari melakukan sesuatu dengan konsisten salah satunya yaitu kita berada dilingkungan yang kurang tepat. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menerapkan konsistensi adalah lingkungan sekitar kita, sebagai pemimpin diri sendiri kita harus pandai menempat diri kita pada lingkungan yang sesuai dengan visi dan misi kita, karena banyak orang-orang biasa diluar sana yang menjadi hebat karena berada dilingkungan yang hebat dan pandai menempatkan diri dilingkungan tersebut.

Ini lah yang dibutuhkan seorang pemimpin. Seorang pemimpin juga harus bisa membangun sebuah tim dalam bisnis, tim yang mempunyai visi dan misi yang sama, yang punya semangat yang sama. Cara mendapatkan sebuah tim adalah dengan ilmu yang harus kita kuasai, lalu kita rawat dengan sikap kita. Karena banyak orang yang pandai mencari orang akan tetapi tidak pandai dalam merawatnya, sehingga yang didapatkan akan begitu saja. Jadi lakukan dengan konsisten agar menjadi pemimpin bagi tim yang solid.