3 TIPS MENJADI PEMIMPIN YANG IDEAL

Kita semua mengetahui bahwa setiap manusia adalah pemimpin, pemimpin dimuka bumi. Terutama pemimpin bagi dirinya sendiri. Akan tetapi, tidak sedikit juga diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana menjadi seorang pemimpin yang ideal. Ideal adalah sesuai dengan harapan, artinya menjadi pemimpin yang ideal adalah menjadi manusia yang sesuai dengan harapan. Harapan siapa? harapan semua orang, terutama harapan diri sendiri.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs. Al-Baqarah : 30)

Menjadi Pemimpin yang berkualitas
Menjadi Pemimpin yang berkualitas

Kenapa harus menjadi pemimpin yang ideal? Karena pemimpin yang ideal adalah sebuah karunia atau pemberian dari Alloh subhanahu wa ta’ala yang diberikan atas dasar upaya-upaya yang telah kita lakukan. Dan pemimpin ideal juga merupakan taufiq atau pertolongan yang Alloh berikan kepada kita untuk dapat memimpin sesuatu sehingga dapat mencapai tujuan bersama.

Dalam Artikel ini, kita akan belajar bersama-sama 3 Tips menjadi pemimpin yang ideal. Agar kita dapat menjadi pemimpin yang diberikan karunia dan taufiq dari Alloh Subhanahu wa ta’ala.

Tips pertama, Harus Menjadi Pemimpin yang Beriman dan Berilmu

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ .

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS : Mujadillah : 11)

Kita sudah ditaqdirkan Alloh menjadi manusia, dan sebagai manusia Alloh juga telah menetapkan kita sebagai pemimpin dimuka bumi. Lantas bagaimana kita yang sudah ditetapkan menjadi pemimpin dimuka bumi dalam menjalaninya jika tanpa menggunakan iman dan ilmu? Apakah kita mampu menghadapi permasalahan yang akan kita temui nanti jika kita tidak beriman dan berilmu?

Kita banyak melihat disekitar kita orang-orang yang frustasi ketika menghadapi masalah, depresi ketika ditimpa cobaan. Padahal dia adalah pemimpin bagi dirinya, itu karena dia tidak memiliki iman dan tidak mengetahui ilmunya ketika dia memimpin. Betapa banyak orang-orang yang depresi akibat kalah dalam persaingan bisnis dan bangkrut, apakah dia pernah menjadi pemimpin? Tentu iya, tetapi yang kita akan bahas disini bukan hanya sebatas menjadi pemimpin saja, yang kita bahas tentang bagaimana cara menghadapi ujian menjadi seorang pemimpin agar tergolong pemimpin yang ideal.

Iman dan Ilmu menjadi solusi bagi siapapun yang mempunyai sebuah masalah. Karena hidup ini tidak akan lepas dengan masalah. Setiap detik dalam kehidupan kita akan selalu berhadapan dengan masalah atau ujian. Pemimpin yang ideal bukan lari dari masalah atau ujian tetapi berpikir bagaimana caranya menghadapi ujian atau masalah tersebut.

Iman menjadi faktor yang sangat penting untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal. Pemimpin yang selalu dalam bimbingan Alloh Subhanahu wa ta’ala dalam setiap keputusan yang ia ambil. Walaupun terkadang keputusan yang diambilnya salah, akan tetapi dia percaya bahwa yang terbaik datangnya dari Alloh Subhanahu wa ta’ala. Iman juga yang membuat hati menjadi tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak dihantui rasa was-was yang tinggi. Itulah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, selanjutnya dalam menyelesaikan masalah atau ujian harusnya memilki ilmu.

Apa korelasinya antara ujian dengan Ilmu? Begini konsepnya, mari kita kembali ke jaman ketika dulu kita menghadapi ujian sekolah, sedikit atau semudah apapun soal yang diberikan oleh guru kita, ketika kita tidak belajar dan tidak mengetahui bagaimana ilmunya, ini akan terasa sangat sulit bagi kita. Sedangkan, sebanyak dan sesulit apapun soal yang diberikan oleh guru kita, ketika kita sudah mengetahui kunci jawabannya karena kita sudah belajar, maka akan terasa mudah.

Teruslah belajar
Teruslah belajar

Ilmu disini tidak hanya sebatas ilmu dunia, tetapi ilmu agama. Kenapa? karena jelas dalam ayat diatas disebutkan bahwa iman dan ilmu yang akan meninggikan derajat seseorang dimata Alloh Subhanahu wa ta’ala. Kita banyak melihat orang-orang yang mempunyai ilmu dunia yang banyak dan luas, mempunyai gelar akademis yang tinggi, akan tetapi jauh dari agama. Mungkin harta dan jabatan yang kita miliki saat ini bisa membuat derajat kita dihadapan manusia tinggi. Akan tetapi, apakah tinggi juga dihapadan Alloh Sang Maha Tinggi? jawabannya belum tentu. Bisa saja seseorang yang biasa saja dimata masyarakat bisa lebih tinggi derajatnya dihadap Alloh karena dia beriman dan berilmu.

Ukuran pemimpin yang ideal bukanlah dilihat dari harta dan jabatan atau tingginya derajat dimata manusia, akan tetapi iman dan ilmu yang mampu mengangkat derajat seseorang lebih tinggi dihadapan Alloh Subhanahu wa ta’ala. Maka tips yang pertama, ketika kita ingin menjadi seorang pemimpin adalah dengan iman dan ilmu, terutama ilmu agama. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari ilmu agama kita sendiri selagi kita masih bisa bernafas.

Tips Kedua, Harus Menjadi Pemimpin yang Mempunyai Visi Misi Besar

Seorang pemimpin yang ideal haruslah mempunyai visi dan misi yang besar dalam hidupnya. Sebelum kita memiliki visi dan misi yang besar, kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah visi dan misi itu? Visi adalah sebuah rangkaian kata yang  mengadung mimpi dan cita-cita yang besar dalam seorang pemimpin atau organisasi. Sedangkan misi adalah cara atau proses akan dikerjakan dalam rangka mencapai visinya.

Dalam hal ini saya akan menggabungkan visi dan misi menjadi satu kesatuan agar mempermudah kita dalam memahami makna dari tips yang kedua ini. Visi misi ibarat nyawa dalam sebuah kehidupan, bagaimana seseorang bisa hidup jika tidak ada lagi nyawa dalam dirinya. Begitu pula seorang pemimpin bagaimana dapat menjadi pemimpin jika tidak mempunyai visi misi. Hal tersebut menunjukan betapa pentingnya visi misi bagi seorang pemimpin.

Untuk lebih memahami tentang visi misi besar, simak tabel berikut :

[ninja_tables id=”258″]

Kita semua tentu sudah bisa memahami dari empat kondisi diatas, banyak kita jumpai diluar sana kondisi-kondisi seperti diatas. Yang menjadi visi misi besar kita adalah sukses bisnis dan sukses hidup, ini adalah pilihan yang ideal yang didambakan semua orang. Oleh karena itu, menjadi pemimpin yang ideal itu adalah sebuah upaya yang harus kita perjuangkan dengan kesungguhan hati. Jika memang dalam bisnis kita, kurang berhasil, setidaknya hidup kitalah yang harus diselamatkan.

Bagaimana caranya menyelamatkan hidup kita? Kita harus sadar bahwa kita ini hidup untuk apa dan akan kemana, jangan sampai kesempatan hidup yang telah diberikan dan hanya satu kali membuat kita tertipu dan gagal. Bisnis gagal sangat mungkin akan bangkit lagi, akan tetapi ketika hidup kita gagal maka ini adalah kerugian terbesar dalam hidup.

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman :

.يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

(Qs. Al – Imran : 102)

Jadi kegagalan dalam hal dunia adalah perkara sederhana, bangkrut ratusan juta, miliyaran, bahkan lebih itu adalah perkara kecil bagi yang paham ilmunya. Dan ketahuilah bahwasannya seorang pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang besar, dan hanya orang-orang besar yang mengurusi hal-hal besar. Salah satu hal besar dalam hidup adalah perkara akhirat.

Tips Ketiga, Harus Menjadi Pemimpin yang Segera Berhijrah dengan Cerdas

Tips yang terakhir yang akan penulis bahas adalah tentang bagaimana semestinya seorang pemimpin harus bertindak?

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

(QS. Ar – Ra’d : 11)

Bersegera dalam berhijrah
Bersegera dalam berhijrah

Ketika seorang pemimpin yang ideal sudah mempunyai beriman dan berilmu lalu mempunyai visi misi yang besar, maka tindakan berikutnya adalah bersegeralah dalam berhijrah. Hijrah disini bermakna luas, yang berarti bahwa seseorang harus berada dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya, harus dalam keadaan lebih bertanggung jawab dari sebelumnya, harus memiliki rasa empati yang lebih peka dari sebelumnya.

Yang mana tindakan-tindakan yang dilakukan haruslah tepat, cepat dan efisien tidak terburu-buru, tidak dengan perhitungan, apalagi tidak bertanggung jawab. Berhijrah secara cerdas yang berarti, dalam tindak-tanduk seorang pemimpin yang ideal yang harus didasar dengan ilmu seperti yang kita bahas pada tips yang pertama diatas. Sekali lagi iman dan ilmu menjadi pondasi dasar yang akan menciptakan pemimpin yang mempunyai visi misi besar dan segera dalam berhijrah dalam rangka menuju kearah yang lebih baik.

Itulah 3 tips menjadi pemimpin yang ideal yang bisa penulis sampaikan, jangan merasa menjadi pemimpin yang ideal adalah hal yang mustahil, semua mudah bagi Alloh Subhanahu wa ta’ala untuk memberikan kepada hambanya yang meminta. Jadi jangan ragu-ragu untuk meminta kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala untuk menjadikan kita pemimpin yang ideal bagi keluarga dan masyarakat.

Bila ada kekurangan dan kesalahan penulisan artikel 3 tips menjadi pemimpin yang ideal dengan segala keterbatasan pengetahuan yang dimiliki penulis mohon dibukakan pintu permohonan maaf. Karena kesempurnaan hanya milik Alloh Subhanahu wa ta’ala dan tidak makhluknya dimuka bumi yang sebanding dengan Sang Pencipta.

Wallahu’alam Bisshawaf.
Penulis : Dony Setiawan (Founder Hijrah Cerdas)